Sabtu, 23 Maret 2019

PENGGALAN KISAH KASIH

Tarakan, 23 Maret 2019
Sebuah cerita


"MASIHKAH KAU MILIKKU?" (BAGIAN 1)

Teruntuk kamu, 

Ingatkah kamu hari itu, hari dimana pertemuan pertama kita yang kini ku sebut sebagai hari yang bersejarah. Aku tak ingat pasti hari dan pukul berapa. Karena yang terekam di otakku, hanyalah momennya dan juga senyummu.

Sebelum menjadi kita, aku dan kamu adalah sepasang tanda dan tanya yang mencari titik pertemuan. Titik pertemuan yang sering mereka sebut dengan CINTA. Jujur, ini recehan yang bermakna. Kita saling mengenal melalui Facebook. Dan berlakon layaknya seperti penjual dan pembeli. Dan jujur, itu benar adanya.

"5ribuan aja, tapi aku ga ngantar ya" kataku di kolom komentar
"oke dah, agak sore saya mampir kerumah mbaknya" begitu ia membalas komentar.
"oke mas, lanjut WA saya jarang buka FB" timpaku

Sesaat kemudian, hp ku berdering. Nomor tak dikenal memanggil.
"didepan mbak" oh ternyata dia. Aku melangkah kecil keluar rumah.
"katanya agak sorean mas? kok cepet banget hehe kaget saya," aku berbasa-basi
"ya, mumpung free. Kerjaan sepi." balasnya
"ini barangnya, makasih"
"terima kasih ya mbak, oh ya namanya siapa kalau boleh tahu?"
"oh panggil aja Rini, mas" balasku dengan malas.

Waktu itu, kita belum saling kenal. Dan aku memang tidak ingin mengenalmu lebih jauh dan tidak pernah terpikir dalam benakku untuk bertemu denganmu lagi. Tapi, Tuhan selalu memiliki rencana yang indah untuk Hamba-Nya. Kita di pertemukan kembali.

Notifikasi masuk. Pesan dari nomor tak dikenal

"Gimana kabarnya hari ini, baik?"

"Ah, ternyata dia. Untuk apa dia mengirimi pesan seperti ini?" gumamku di dalam batin

"iya" balasku dengan cuek
"oh ya, Rini, kenalin ya aku Rauf, hehe. Kemarin belum sempat ku perkenalkan diri, kamu sudah masuk dalam rumah"
"maaf mas hehe, karena saya ada kerjaan" jelasku
"nanti malam saya kerumah ya dek"

Aku pun hanya membaca pesan itu. Menganggap pesan itu hanyalah bualan belaka.
Namun, ternyata benar.. malam ini ia datang. Tanpa maksud apa-apa. Katanya, ia hanya mengajak ku ngobrol.

Batinku pun bergejolak "what the fuck, bapak gua ada di dalam lagi, kalau sampai gua diliat, auto dilemparin panci selusin, njirr"

Tak ada hujan
Muncul pelangi
Tanpa tujuan
Aku didatangi

"maaf mas, kalau cuman ngobrol, jangan di depan rumah saya" tegasku
Berharap inginkan kepekaannya agar segera pulang, ia malahan menjawab dengan secerca candaan kasar "jadi mau ngobrolnya di dalam kamar kah dek hehe"

"Oh shit boys, auto block" batinku bergejolak untuk kedua kalinya

B E R S A M B U N G



7 komentar: